Cina Pertama Kali Luncurkan Roket Pesaing Falcon 9 SpaceX

16 hours ago 16

PEMERINTAH Cina baru saja meluncurkan roket komersial terbarunya, Long March 12B, dalam penerbangan perdana pada Senin, 1 Juni 2026. Peluncuran ini sekaligus menandai langkah terbaru negara tersebut dalam pengembangan roket yang dapat digunakan kembali untuk mendukung jaringan satelit internet nasional.

Roket setinggi 72 meter itu lepas landas pukul 16.40 waktu setempat dari Dongfeng Commercial Space Innovation Test Zone di Mongolia Dalam, Cina utara. Long March 12B membawa batch ke-10 satelit Qianfan atau “Thousand Sails” menuju orbit rendah Bumi.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Peluncuran ini menarik perhatian karena dilaporkan berlangsung tanpa pemberitahuan keselamatan sebelumnya. “Cina baru saja meluncurkan pesaing roket Falcon 9 milik SpaceX untuk pertama kalinya, dilaporkan tanpa memberikan peringatan keselamatan sebelumnya,” demikian bunyi laporan Live Science, 2 Juni 2026.

Perusahaan manufaktur roket dan rudal milik negara, China Aerospace Science and Industry Corporation (CASIC), baru mengumumkan peluncuran tersebut setelah roket berhasil mengudara. Meski roket sebelumnya sempat terlihat di landasan peluncuran, laporan menyebut tidak ada pemberitahuan wilayah udara yang dikeluarkan sebelum peluncuran dilakukan.

Secara internasional, pemberitahuan wilayah udara maupun maritim biasanya diterbitkan untuk memperingatkan pesawat dan kapal mengenai potensi bahaya peluncuran, termasuk risiko jatuhnya puing roket. Namun, sejumlah analis sebelumnya telah menyoroti bahwa aktivitas antariksa Cina tidak selalu mengikuti norma internasional.

Long March 12B merupakan roket komersial reusable yang dirancang untuk mendukung misi satelit internet Cina. Peluncuran kali ini belum mencakup uji pemulihan roket, meski CASIC menyatakan pengujian pemulihan tahap pertama akan dilakukan pada misi berikutnya.

Roket tersebut menjadi penerus Long March 12A yang diperkenalkan tahun lalu, dengan kapasitas angkut mencapai sekitar 22 ton ke orbit rendah Bumi. Cina mengembangkan Long March 12B sebagai bagian dari upaya membangun roket yang mampu melakukan pendaratan propulsif, teknologi yang memungkinkan roket digunakan kembali alih-alih dibuang setelah peluncuran.

Keberhasilan misi ini juga memperkuat ambisi Cina dalam membangun konstelasi satelit internet skala besar melalui proyek Qianfan atau Thousand Sails, yang diposisikan sebagai pesaing layanan Starlink milik SpaceX.

Peluncuran Long March 12B berlangsung di tengah meningkatnya kompetisi antariksa antara Cina dan Amerika Serikat, termasuk rencana kedua negara untuk membangun kehadiran permanen di Bulan dalam beberapa tahun mendatang.

Saat ini Amerika Serikat, melalui program Artemis, menargetkan pendaratan astronaut di Bulan pada 2028. Sementara itu, Cina menargetkan pendaratan taikonaut sebelum 2030 menggunakan wahana Mengzhou yang nantinya akan diluncurkan menggunakan roket Long March 10A.

Read Entire Article
Parenting |