Fenomena Astronomi Juni, Parade 3 Planet di Langit Barat

18 hours ago 4

SEJUMLAH fenomena astronomi pada Juni 2026 akan menampilkan parade planet di langit barat setelah Matahari terbenam. Selain itu akan terjadi titik balik Matahari yang membuat malam dan siang menjadi panjang. “Ada juga peristiwa Bulan yang berpapasan dengan planet,” kata Avivah Yamani, pegiat astronomi dari Komunitas Langit Selatan, di Bandung, Senin, 1 Juni 2026.

Planet Merkurius, Venus, dan Jupiter bisa diamati kala senja dengan posisi Merkurius paling rendah di ufuk, kemudian di atasnya Venus dan Jupiter. Pada 7 Juni, Venus tampak berpasangan dengan bintang Pollux. Pada pertengahan Juni, Venus naik ke posisi tertinggi di ufuk barat dan Bulan berpapasan dengan ketiga planet secara berurutan.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Menurut Avivah, pada Juni para pengamat punya kesempatan terbaik untuk melihat Merkurius. Biasanya planet yang posisinya paling dekat dengan Matahari itu sulit terlihat dengan mata. Kini Merkurius bisa diamati kala senja setelah Matahari terbenam. Di awal Juni, planet ini masih rendah di ufuk barat, tapi akan terus menanjak naik sampai puncaknya pada pertengahan Juni. “Setelah itu posisi Merkurius kembali turun hingga akhirnya terlalu rendah untuk diamati,” katanya.

Dari laman Langit Selatan, planet lain seperti Mars dan Saturnus bisa diamati sebelum Matahari terbit. Saturnus masih tinggi di langit fajar sedangkan Mars berada rendah di ufuk timur. Saturnus juga akan berpapasan dengan Bulan di awal Juni dan Mars menyusul beberapa hari kemudian. Selama bulan Juni, posisi kedua planet itu akan terus naik di ufuk timur. Adapun Uranus dan Neptunus terlalu redup untuk dilihat langsung sehingga perlu menggunakan teleskop untuk mengintipnya di arah timur.

Sementara itu posisi Bulan sejak 1 Juni berada di titik apogee atau terjauhnya dari Bumi, yaitu 406.366 kilometer. Bulan baru akan muncul pada 15 Juni bersamaan dengan posisi terdekat atau perigee dari Bumi yang berjarak 357.197 kilometer. Bulan purnama akan muncul pada 30 Juni. 

Kemudian pada 21 Juni akan terjadi titik balik Matahari yang menandakan musim panas di belahan Bumi utara dan musim dingin di selatan. Bagi penduduk di belahan selatan, waktu malam menjadi lebih panjang dan sebaliknya di belahan utara akan merasakan waktu siang terpanjang.

Read Entire Article
Parenting |