Goenawan Mohamad Puji Penari Muda di Pesta Kesenian Bali

6 hours ago 8

BUDAYAWAN Goenawan Mohamad mengapresiasi anak-anak muda yang mengikuti Peed Aya atau pawai pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026. Dalam salah satu video yang tersebar di Facebook, terlihat anak-anak dari Manca Academy melakukan pawai dengan tarian Bungan Jaja.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Menanggapi itu, Goenawan menganggap kehadiran anak muda yang terus andil dalam pelestarian budaya Indonesia di tengah para pemimpin yang hanya memikirkan diri sendiri. “Tapi ajaib, melihat gadis-gadis di Bali menari dengan lugas, luwes, dan leluasa saya jadi paham ‘panggulawentah’ adalah proses menjadi manusia yang matang dan merdeka,” dalam tulisannya yang diterima Tempo pada Rabu, 17 Juni 2026.

Ia menuturkan belakangan dirinya kehilangan harapan tentang Indonesia, dan merasa kecewa kepada para pemimpin negeri ini. Namun, hal itu tak membuat dirinya melepas Indonesia karena ayahnya sempat berpesan: “Indonesia kuwi panggulawentahmu, tempatmu jadi manusia yang utuh". "Waktu itu saya masih terlalu kecil dan belum mengerti apa itu 'panggulawentah',” tulisnya.

Salah satu yang ditunjuk sebagai Duta Kota Denpasar di ajang Pesta Kesenian Bali yakni Yayasan Naluri Manca, sebagai ruang pendidikan berbasis budaya yang membuka kelas tari bagi semua kalangan. Mereka mempersiapkan anak-anak untuk menari selama 1,5 hingga 2 bulan sebelum acara berlangsung. “Biasanya prosesnya tak hanya penguasaan gerak tari melainkan nilai budaya tarian yang dibawakan,” kata Direktur Eksekutif Manca Academy, Mira Adnyaswari, saat dihubungi Tempo pada Kamis, 18 Juni 2026.

Mengenai gerakan tarian Bungan Jaje yang dibawakan, Manca Academy menyesuaikan dengan tema PKB tahun ini yakni Tattwa Parisuda Basudewa Kutumbhakam. Tema itu secara garis besar berbicara tentang kesadaran diri, penyucian jiwa, serta hubungan harmonis antara manusia, budaya, dan alam semesta yang menjadi spirit kehidupan masyarakat Bali. “Jadi kami buat materi baru berdasarkan judul PKB tahun ini,” tutur Mira.

Dalam video yang beredar dan dilihat Goenawan, Mira mengatakan anak-anak dari Manca Academy sedang membawakan bagian Bungan Jaja yang merepresentasikan kemurnian hati anak-anak. Ia menuturkan, melalui tarian, mereka ingin menyebarkan kepolosan, kebahagiaan, dan ketulusan yang dimiliki anak-anak sebagai energi positif dalam kehidupan. “Dalam pertunjukan ini anak-anak tak hanya menampilkan gerakan tari tapi juga membawa pesan pentingnya menjaga keseimbangan hubungan manusia dengan budaya, alam, dan nilai-nilai spiritual,” katanya. 

Selain itu, kata dia, penampilan anak anak-anak juga diperkaya dengan unsur Bapang Barong, Legong Manca, dan iringan Semar Pegulingan. “Ini menggambarkan keanggunan, keharmonisan, serta semangat budaya Bali yang terus hidup dan berkembang di tengah perubahan zaman,” ujar Mira.

Read Entire Article
Parenting |