INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir perdagangan Senin, 15 Juni 2026 ditutup di level 6.254,96 atau menguat 4,12 persen dibanding penutupan sebelumnya. Pergerakan ini melanjutkan kinerja positif pekan lalu yang telah meningkat 7,38 persen setelah sempat terperosok ke level 5.594.
Mengutip data Bursa Efek Indonesia, total nilai transaksi perdagangan saham hingga sesi terakhir mencapai Rp 30,14 triliun. Adapun frekuensi trading tercatat sebanyak 3,25 juta kali, sedangkan volume trading sebanyak 54,6 miliar lembar saham.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Adapun pada pekan lalu atau Jumat, 12 Juni 2026, indeks saham ditutup di level 6.007,65. Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) Imam Gunadi menyatakan awal pekan lalu IHSG memang sempat melemah. “Namun berhasil di tutup di zona hijau yang dipengaruhi oleh banyak faktor, baik global maupun domestik,” ucapnya lewat keterangan resmi, Senin, 15 Juni 2026.
Salah satu faktor global yang memengaruhi adalah rilis data inflasi di Amerika Serikat yang meningkat. Imam menjelaskan, meskipun inflasi yang lebih tinggi berpotensi membatasi ruang pemangkasan suku bunga oleh bank sentral AS, The Fed, pasar relatif merespons data tersebut secara positif.
Selain itu, ada efek kondisi terkini AS dan Iran tengah membahas rancangan kesepakatan yang mencakup pencabutan sanksi terhadap ekspor minyak Iran serta pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur pelayaran yang menjadi salah satu titik vital perdagangan energi dunia.
“Perkembangan tersebut meredakan kekhawatiran pasar terhadap risiko gangguan pasokan minyak global yang sebelumnya sempat mendorong lonjakan harga energi,” ujar Imam.
Dari sisi domestik, ada penurunan cadangan devisa Indonesia dan langkah agresif Bank Indonesia yang meningkatkan suku bunga acuan. “Langkah agresif ini diambil sebagai respons langsung untuk meredam tekanan eksternal yang memicu pelemahan nilai tukar rupiah,” ujar Imam.
Perdagangan saham sepekan ini akan berlangsung selama 4 hari karena ada libur Tahun Baru Islam 1448 hijriah. Imam menyatakan pelaku pasar wajib mencermati sejumlah rilis data menarik seperti rilis data Industrial Production China hingga keputusan suku bunga Bank of Japan (BoJ) yang diperkirakan akan naik sebesar 25 bps menjadi 1,00 persen dari sebelumnya 0,75 persen.
Pada pekan ini, IPOT memprediksi IHSG berpotensi bergerak bervariasi. “Adapun level resistance berada di 6.286, sementara level support berada di 5.695,” ucap Imam.
















































