Istana soal Dugaan Jual-Beli Titik Dapur MBG: Sedang Diaudit

18 hours ago 5

MENTERI Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan dugaan praktik jual-beli titik satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) atau dapur makan bergizi gratis alias MBG dalam proses audit di lingkup internal. Prasetyo menyampaikan hal ini saat menjawab pertanyaan ihwal keterkaitan dugaan praktik jual-beli dapur MBG dengan pencopotan tiga petinggi Badan Gizi Nasional, Selasa malam, 2 Juni 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

“Semua sedang dalam proses audit internal. Itu adalah bagian dari, sekali lagi kami sampaikan, bagian dari monitoring dan evaluasi terus-menerus yang kami lakukan,” ucap Prasetyo di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Selasa, 2 Juni 2026.

Presiden Prabowo Subianto memutuskan mengangkat Nanik Sudaryati Deyang sebagai Kepala BGN untuk menggantikan Dadan Hindayana. Sementara itu, dua posisi wakil yang sebelumnya dipegang Inspektur Jenderal (Purnawirawan) Sony Sanjaya dan Letnan Jenderal TNI (Purnawirawan) Lodewyk Pusung kini ditempati oleh Agustina Arumsari serta Mayor Jenderal TNI Trenggono.

Istana Kepresidenan mengklaim pergantian pucuk pimpinan BGN dilakukan untuk memperkuat kinerja organisasi sekaligus mempercepat pelaksanaan berbagai program prioritas yang dijalankan BGN. Prasetyo mengatakan keputusan Prabowo merombak struktur pimpinan BGN didasarkan pada hasil evaluasi selama 1 tahun 6 bulan terakhir.

Menurut Prasetyo, Prabowo sehari-hari memantau dan mengevaluasi seluruh kinerja Kabinet Merah Putih, termasuk kinerja BGN. Dalam proses evaluasi itu, Prabowo mendapat masukan dari berbagai pihak, seperti kementerian-kementerian dan masyarakat selaku penerima manfaat proyek MBG.

Kata Prasetyo, ada sejumlah catatan terkait dengan kinerja BGN yang menjadi pertimbangan Kepala Negara. Salah satunya berkaitan dengan masalah kedisiplinan dalam menjalankan prosedur operasional standar alias SOP.

“Lalu ada yang berkenaan dengan masalah kedisiplinan dalam menjalankan tata kelola, termasuk kedisiplinan dalam menjaga kualitas makanan yang seharusnya sudah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional," ujar Prasetyo.

Politikus Partai Gerindra ini berujar, pergantian pimpinan BGN diharapkan dapat memperbaiki catatan-catatan tersebut. Prasetyo mengingatkan bahwa BGN memiliki peran strategis dalam mendukung agenda pemerintah di bidang peningkatan kualitas gizi masyarakat.

Istana Kepresidenan lantas mengimbau ketiga pimpinan BGN yang baru, yakni Nanik, Agustina, dan Trenggono, untuk segera melakukan konsolidasi internal serta memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga.

“Serta memperkuat koordinasi bersama pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota, serta memastikan semua program BGN dapat tetap berjalan dengan sebaik-baiknya,” tutur Prasetyo.

Sebelumnya, pada 5 Mei 2026, Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman menyoroti celah korupsi dalam pelaksanaan proyek andalan Presiden Prabowo, yakni MBG. Dudung menyampaikan hal itu setelah bertemu dengan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Agus Joko Pramono di kompleks Istana Kepresidenan.

Dudung mengatakan Kantor Staf Kepresidenan akan melakukan inspeksi mendadak bersama tim lintas kementerian untuk memastikan pelaksanaan MBG berjalan sesuai dengan aturan. Ia menyebutkan salah satu potensi celah yang tengah diantisipasi berkaitan dengan dugaan praktik jual-beli titik dapur. “Salah satunya saya mendapat informasi tentang adanya jual-beli titik. Ya, itu ada itu, salah satunya, ya. Ya, titik SPPG,” kata Dudung kala itu.

Read Entire Article
Parenting |