Jual Beli Titik Dapur MBG Salah Satu Faktor Dicopotnya Dadan

15 hours ago 15

KEPALA Staf Presiden Dudung Abdurachman mengatakan keputusan Presiden Prabowo Subianto merombak jajaran pimpinan Badan Gizi Nasional atau BGN adalah tepat. Menurut dia, hal itu perlu dilakukan untuk perbaikan.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Meski memiliki hak prerogratif, kata Dudung, Prabowo tak serta merta prematur mengambil keputusan. Pencopotan sejumlah pimpinan BGN dilatari dari pelbagai informasi dan temuan di lapangan. Salah satunya temuan jual beli titik dapur MBG.

"(Dugaan jual beli titik dapur jadi pertimbangan evaluasi Kepala BGN?) Ya, salah satu faktornya itu," kata Dudung di Kompleks DPR, MPR, dan DPD, Rabu, 3 Juni 2026.

Dia melanjutkan, dalam inspeksi mendadak yang sempat dilakukan KSP sebelumnya, memang terdapat sejumlah hal yang mengecewakan. Kendati begitu, Dudung mengklaim banyak juga hal baik dalam proyek unggulan Prabowo tersebut.

Evaluasi terhadap jajaran pimpinan BGN dilakukan Presiden dengan pertimbangan utama perbaikan dan penyempurnaan tata kelola proyek. 

Sebab, dia mengatakan Prabowo kerap mewanti-mewanti setiap proyek yang menggunakan uang rakyat harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

"Mengenai pencopotan pimpinan BGN, saya berkeyakinan Presiden sudah lama mendengar informasi, mencermati, menganalisa, dan mengevaluasi berbagai sumber yang masuk. Sehingga ini langkah yang tepat untuk perbaikan ke depannya," ujar mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat itu.

Sebelumnya, setelah bertemu perwakilan KPK di Istana Negara, Dudung memperoleh informasi terkait adanya celah rasuah dalam proyek MBG. Salah satu celah rasuah itu, ialah jual beli titik dapur MBG.

"Nanti akan saya lihat jual beli titik," katanya pada Selasa, 5 Mei 2026.

Kemarin, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengumumkan pengangkatan Nanik Sudaryati Deyang menjadi Kepala BGN menggantikan Dadan Hindayana. Nanik sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala BGN.

Prasetyo mengatakan, selama kurang lebih satu setengah tahun pemerintah melakukan monitoring dan evaluasi. Dalam proses evaluasi itu, presiden mendapat masukan dari berbagai pihak, seperti kementerian maupun masyarakat selaku penerima manfaat proyek MBG.

"Maka, pada hari ini, Selasa tanggal 2 Juni tahun 2026, Bapak Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian pimpinan BGN," ucap Prasetyo di Istana Kepresidenan Jakarta, sebagaimana disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Selain Dadan Hindayana, Prabowo juga memutuskan penggantian jabatan dari Sony Sanjaya dan Lodewyk Pusung selaku Wakil Kepala BGN ke Agustina Arumsari serta Mayor Jenderal Trenggono.

Beberapa jam setelah dilakukan perombakan, Kantor BGN digeledah oleh penyidik Kejaksaan Agung. Pelaksana harian Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Mochamad Jeffry membenarkan adanya penggeledahan di Kantor BGN. 

Ia mengatakan, penggeledahan dilakukan oleh penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus. Kendati begitu, Jeffry belum berkenan memberikan informasi rinci terkait penggeledahan.

"Nanti secara resmi dirilis," kata Jeffry dilansir Antara, Rabu.

Ervana Trikarinaputri dan Jihan Ristiyanti berkontribusi dalam penulisan artikel ini
Read Entire Article
Parenting |