PVMBG Turunkan Radius Zona Rekomendasi Gunung Burni Telong

15 hours ago 14

PUSAT Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi menurunkan radius zona rekomendasi di sekitar kawah Gunung Burni Telong, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, dari sebelumnya 3 kilometer menjadi 2 kilometer. Meski demikian, status aktivitas gunung api tersebut masih tetap berada pada Level II (Waspada) per 1 Juni 2026.

Gunung api setinggi 2.624 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu sebelumnya diturunkan statusnya dari Level III (Siaga) menjadi Level II (Waspada) pada 3 Januari 2026. Saat itu masyarakat dan pengunjung direkomendasikan tidak mendekati area kawah dalam radius 3 kilometer.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Berdasarkan hasil pengamatan terbaru, aktivitas vulkanik Gunung Burni Telong menunjukkan tren penurunan. Secara visual, hingga saat ini tidak teramati adanya aktivitas embusan asap dari kawah.

Sementara itu, data kegempaan menunjukkan aktivitas yang sempat berfluktuasi sejak Maret 2026 mulai mengalami penurunan sejak pertengahan Mei 2026. Jumlah gempa vulkanik dalam (VA) tercatat menurun dari rata-rata enam kejadian per hari menjadi sekitar tiga kejadian per hari.

Meski aktivitas vulkanik cenderung menurun, Badan Geologi menyebut potensi bahaya masih tetap ada. Gempa tektonik di sekitar gunung dapat memicu erupsi, termasuk erupsi freatik yang dapat terjadi tanpa didahului peningkatan aktivitas kegempaan yang signifikan.

Plt. Kepala Badan Geologi Lana Saria mengimbau masyarakat mewaspadai potensi paparan gas vulkanik di sekitar area fumarol dan solfatara. Konsentrasi gas yang tinggi dapat membahayakan kesehatan apabila terhirup melebihi ambang batas aman.

Atas dasar hasil pengamatan visual dan instrumental tersebut, PVMBG memutuskan mempertahankan status Gunung Burni Telong pada Level II (Waspada) dengan memperkecil radius zona rekomendasi menjadi 2 kilometer dari kawah.

Masyarakat, wisatawan, dan pendaki diimbau untuk tidak mendekati area kawah dalam radius tersebut serta menghindari kawasan fumarol dan solfatara, terutama saat cuaca mendung atau hujan karena konsentrasi gas dapat meningkat dan membahayakan keselamatan.

"Masyarakat dan pengunjung atau pendaki tidak mendekati area kawah Burni Telong dalam radius dua kilometer dari kawah dan tidak berada di daerah fumarol dan solfatara pada saat cuaca mendung atau hujan karena konsentrasi gas dapat membahayakan kehidupan," katanya.

PVMBG juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan peningkatan aktivitas kegempaan dan perkembangan aktivitas vulkanik Gunung Burni Telong di masa mendatang. "Masyarakat diharapkan tetap mewaspadai peningkatan kegempaan di masa mendatang," ucap Lana.

Read Entire Article
Parenting |