Respons BI Rupiah Kian Mendekati 18 Ribu Per Dolar AS

16 hours ago 16

BANK Indonesia buka suara perihal nilai tukar rupiah yang makin mendekati 18 ribu per dolar Amerika Serikat. Pada Rabu, 3 Juni 2026, rupiah melemah hingga ke level 17.930 per dolar.

Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso mengatakan Bank Indonesia akan terus mencermati perkembangan pasar keuangan global dan domestik. “Bank Indonesia terus berada di pasar dengan mengoptimalkan semua instrumen kebijakan yang dimiliki untuk memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik dan menjaga kecukupan likuiditas valas guna turut mendukung stabilitas pasar keuangan,” kata Ramdan dalam keterangan resmi pada Rabu, 3 Juni 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Ramdan menuturkan, mulai hari ini, BI telah memberlakukan ketentuan ambang batas pembelian tunai valas tanpa underlying menjadi US$ 25 ribu per pelaku per bulan. Selain itu, BI terus mendorong penggunaan mata uang lokal dalam kerja sama bilateral melalui skema local currency transaction sebagai upaya mengurangi ketergantungan terhadap dolar.

Bank Indonesia memandang stabilitas nilai tukar rupiah memerlukan sinergi semua pemangku kepentingan. “Untuk itu, Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah, Otoritas Jasa Keuangan, perbankan, dunia usaha, dan pelaku pasar guna memastikan bekerjanya mekanisme pasar secara baik serta memperkuat ketahanan eksternal perekonomian nasional,” ujar Ramdan.

Direktur PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi mengatakan, dari segi eksternal, pelemahan rupiah dipengaruhi oleh perundingan antara Amerika dan Iran yang stagnan. Hal ini membuat harga minyak mentah dunia kembali meningkat. Sementara itu, dari segi internal, Ibrahim menyoroti tingginya permintaan dolar.

“Di sisi lain, masyarakat sekarang terus memindahkan dananya dari tabungan konvensional menjadi tabungan valas,” kata Ibrahim dalam keterangannya pada Rabu, 3 Juni 2026.

Dia menilai pemerintah perlu menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat. Pemerintah perlu menjaga ketersediaan barang impor dan memberikan stimulus bagi masyarakat.

Read Entire Article
Parenting |