Sumber Api yang Kerap Membakar Rumah Warga Sleman Ditemukan

21 hours ago 6

TIM pakar gabungan dari Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta menemukan dugaan awal penyebab munculnya api misterius yang berulang kali membakar rumah warga di Dusun Kasuran, Kalurahan Margomulyo, Kecamatan Seyegan, Sleman.

Hasil observasi lapangan menunjukkan kawasan permukiman tersebut berada di lahan bekas rawa yang kaya material organik dan berpotensi menghasilkan gas metana.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Ketua tim kajian dari Fakultas Teknik UGM, Prof. Alva Edy Tontowi, mengatakan kondisi geologi dan lingkungan di lokasi menjadi salah satu fokus penelitian. Menurutnya, tim menemukan indikasi bahwa kandungan material organik yang tersimpan dalam tanah bekas rawa dapat menghasilkan gas metana melalui proses pembusukan alami.

“Dari pengamatan awal, kawasan ini merupakan bekas rawa yang mengandung banyak material organik. Material tersebut berpotensi menghasilkan gas metana yang kemudian kami teliti lebih lanjut melalui pengambilan sampel dan pengujian laboratorium,” ujarnya, Selasa 2 Juni 2026.

Fenomena api misterius tersebut terjadi di rumah milik Mutfiana. Sedikitnya 73 kali kemunculan api telah tercatat sejak kejadian pertama dilaporkan. Dalam satu hari, titik api bahkan dapat muncul hingga 7 sampai 9 kali di berbagai sudut rumah. Sejumlah pakaian, kasur, perabot rumah tangga, hingga bagian bangunan rumah dilaporkan mengalami kerusakan akibat terbakar.

Untuk mengungkap penyebab kejadian tersebut, tim gabungan UGM dan UPN Veteran Yogyakarta melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap jaringan pipa air, saluran limbah, kondisi tanah, sumber air sumur, serta titik-titik yang pernah menjadi lokasi kemunculan api. Sejumlah sampel air dan tanah juga diambil untuk dianalisis lebih lanjut di laboratorium.

Alva menjelaskan penelitian dilakukan secara multidisiplin dengan melibatkan berbagai bidang keahlian, mulai dari teknik geologi, teknik lingkungan, teknik mesin hingga keselamatan kebakaran. Kolaborasi dengan UPN Veteran Yogyakarta dilakukan untuk memperkuat analisis terhadap karakteristik geologi kawasan dan kemungkinan adanya pelepasan gas dari lapisan tanah di sekitar permukiman.

Sementara Sardju Winardi dari Departemen Teknik Geologi UGM mengatakan secara teoritis gas metana yang terlarut dalam air maupun terakumulasi di dalam tanah dapat terlepas ke permukaan dan menjadi mudah terbakar dalam kondisi tertentu.

“Metana merupakan gas yang mudah terbakar. Jika terlepas ke udara dan bercampur dengan oksigen dalam konsentrasi yang sesuai serta terdapat sumber pemicu, secara teori gas tersebut dapat menyala. Namun, apakah mekanisme itu yang terjadi di Kasuran masih harus dibuktikan melalui penelitian lebih lanjut,” jelasnya.

Selain meneliti kemungkinan adanya gas metana, tim juga melakukan pemeriksaan terhadap instalasi listrik di rumah warga. Pemeriksaan awal tidak menemukan indikasi gangguan kelistrikan yang dapat menjelaskan kemunculan api secara berulang di berbagai lokasi rumah.

Saat ini sampel air limbah, air pipa, air sumur, serta sampel tanah dari sekitar lokasi masih menjalani pengujian laboratorium. Hasil pengujian tersebut akan menjadi dasar bagi tim peneliti untuk memastikan sumber energi yang memicu kemunculan api sekaligus menjelaskan mekanisme terjadinya fenomena tersebut secara ilmiah.

Tim berharap hasil kajian laboratorium dapat segera memberikan jawaban atas fenomena yang telah meresahkan warga tersebut, sekaligus menjadi dasar penyusunan langkah mitigasi untuk mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari.

Read Entire Article
Parenting |