Fakta-Fakta OTT Pejabat Imigrasi oleh KPK

4 hours ago 6

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap belasan orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan Imigrasi Jakarta Barat. Operasi yang berlangsung sejak Selasa malam, 2 Juni 2026, itu berkaitan dengan dugaan pengurusan dokumen izin tinggal warga negara asing (WNA).

Berikut sejumlah fakta dalam OTT Imigrasi Jakarta Barat.

1. Kepala Imigrasi Jakarta Barat Ikut Ditangkap

KPK meringkus Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Non-TPI Jakarta Barat Ronald Arman Abdullah dalam operasi tersebut. Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto membenarkan operasi tangkap tangan itu ketika dikonfirmasi wartawan pada Rabu pagi. “Benar, ada OTT di Imigrasi Jakbar,” kata Fitroh.

Selain Ronald, penyidik juga menangkap sejumlah pegawai negeri sipil dan pihak swasta. Hingga kini, KPK masih mendalami peran masing-masing pihak yang diamankan dalam operasi tersebut.

2. KPK Ciduk 17 Orang

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan penyidik mengamankan 17 orang dalam OTT tersebut. Delapan orang di antaranya merupakan penyelenggara negara dan pegawai negeri sipil.

Sementara itu, sembilan orang lainnya berasal dari pihak swasta. KPK masih memeriksa seluruh pihak yang diamankan untuk menentukan status hukum mereka sesuai batas waktu pemeriksaan 1 x 24 jam.

3. Kasus Berkaitan dengan Pengurusan KITAS dan KITAP

KPK menyebut perkara tersebut berkaitan dengan dugaan pengurusan izin tinggal warga negara asing. Dokumen yang diduga menjadi objek perkara ialah Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS) dan Kartu Izin Tinggal Tetap (KITAP).

Ketua KPK Setyo Budiyanto mengatakan operasi tersebut berkaitan dengan pengurusan dokumen keimigrasian agar WNA dapat tinggal di Indonesia. Namun, hingga kini KPK belum menjelaskan apakah perkara tersebut terkait dugaan suap atau pemerasan.

4. KPK Sita Mobil, Motor, hingga Brompton

Dalam operasi senyap tersebut, KPK menyita sejumlah kendaraan dan barang mewah. Penyidik mengamankan tujuh mobil, 15 sepeda motor, dan 11 sepeda.

Beberapa sepeda yang disita merupakan sepeda Brompton dan mountain bike (MTB). Selain itu, penyidik juga menyita logam mulia emas seberat ratusan gram dari rangkaian operasi tersebut.

5. Uang Tunai Disita dalam Bentuk Valuta Asing

Selain kendaraan dan emas, penyidik menyita uang tunai dalam bentuk dolar Amerika Serikat dan dolar Singapura. KPK menduga uang tersebut berkaitan dengan praktik pengurusan dokumen keimigrasian.

Menurut Budi, penyidik masih menghitung total uang yang diamankan karena sebagian dana tersimpan dalam rekening. “Untuk barang bukti uang nanti akan kami pastikan lagi karena memang beberapa dalam bentuk valas dan juga ada yang di rekening,” kata dia.

6. KPK Bergerak di Bali dan Jawa Barat

Selain melakukan operasi di Jakarta Barat, tim KPK juga bergerak di Bali dan Jawa Barat. Penyidik menduga praktik pengurusan dokumen keimigrasian tersebut tidak hanya terjadi di satu lokasi. “Ini masih terkait dengan proses keimigrasian. Biasanya proses-proses itu ada di beberapa titik,” ujar Budi.

7. KPK Cari Petinggi Imigrasi

Dalam perkembangan terbaru, KPK menyebut masih mencari keberadaan Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Silmy Karim. Budi mengatakan Silmy Karim terakhir terdeteksi berada di Jakarta dan sekitarnya.

KPK meminta mantan Direktur Jenderal Imigrasi itu bersikap kooperatif dan memenuhi panggilan penyidik. “Kami mengimbau agar yang bersangkutan juga bisa kooperatif,” kata Budi. Silmy akhirnya mendatangi Gedung KPK pada Rabu malam sekitar pukul 22.30. Ajudan Silmy Karim sempat terlibat cekcok dengan wartawan.

Pilihan Editor: Mengapa Sindikat Kejahatan Transnasional Terus Menjamur

Read Entire Article
Parenting |