KAI Sumut: Lokomotif Gunakan Bahan Bakar B40

3 hours ago 3

PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI Divisi Regional I Sumatera Utara menyebutkan seluruh lokomotif maupun pembangkit yang beroperasi di Divre I Sumut, kini telah menggunakan bahan bakar minyak (BBM) jenis biosolar B40 sebagai bentuk inovasi energi.

"Seluruh mesin diesel di KAI Divre I Sumatera Utara telah menggunakan biosolar B40, yakni campuran 60 persen solar dan 40 persen biodiesel. Bahan bakar ini memiliki kelebihan dalam meningkatkan kinerja mesin dan menghasilkan emisi karbon yang lebih rendah, sejalan dengan target Net Zero Emission (NZE) 2060," kata Plt. Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo di Medan, Rabu, 15 April 2026, seperti dikutip dari Antara.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Anwar menambahkan biosolar B40 juga bersifat atau mudah terurai oleh mikroorganisme, sehingga meminimalkan dampak polusi pada tanah dan air di lingkungan sekitar jalur kereta api.

Selain mengelola BBM subsidi, KAI Divre I Sumut juga mencatat penggunaan 151.188 liter BBM nonsubsidi dalam tiga bulan terakhir.

Alokasi BBM nonsubsidi ini digunakan secara spesifik untuk layanan angkutan barang serta operasional alat kerja dan Mesin Perawatan Jalan Rel (MPJR) untuk memastikan standar keselamatan jalur tetap terjaga tanpa membebani kuota subsidi masyarakat.

Anwar menyebutkan penerapan biosolar B40 pada armada kereta api merupakan komitmen KAI terhadap transformasi transportasi hijau yang berbasis pada prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

"KAI berupaya memastikan bahwa setiap tetes BBM subsidi yang dialokasikan negara digunakan secara tepat sasaran dan berdaya guna tinggi. KAI berkomitmen untuk terus menjadi tulang punggung transportasi di Sumatera Utara yang tidak hanya efisien dan terjangkau, tetapi juga ramah lingkungan sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh seluruh lapisan masyarakat," katanya.

Ia mengatakan, efisiensi penggunaan BBM pada kereta api memberikan dampak langsung bagi keterjangkauan biaya perjalanan masyarakat.

Penggunaan BBM itu mencakup operasional lokomotif sebagai penggerak rangkaian serta mesin pembangkit yang menyuplai kebutuhan listrik untuk penerangan, penyejuk udara (AC), dan fasilitas pengisian daya bagi pelanggan selama perjalanan.

"Di tengah kondisi BBM yang semakin terbatas, kereta api hadir sebagai solusi mobilitas yang tetap hemat dan dapat diandalkan. Dengan daya angkut yang besar, kereta api menjadi transportasi yang efisien sehingga subsidi dari pemerintah dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat," kata Anwar.

Read Entire Article
Parenting |