Jaksa Dalami Peran Anggota BPK dalam Sidang Suap Bea Cukai

6 hours ago 8

NAMA Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Nyoman Adhi Suryadnyana mencuat dalam sidang kasus dugaan suap importasi barang di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan pada Jumat, 12 Juni 2026. Nama Nyoman muncul ketika pemilik Blueray Cargo, John Field, menjalani pemeriksaan sebagai terdakwa oleh jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Jaksa KPK Muhammad Takdir Suhan mendalami awal mula John mengenal Direktur Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai, Rizal. "Jadi Pak John ini bisa kenal dengan Pak Rizal, itu siapa yang mengenalkan? Ada namanya Pak Nyoman?" tanya jaksa.

John mengaku lupa. Ia mengatakan sudah lama memperoleh nomor telepon Rizal. "Kenapa saya telepon? Karena memang keadaan jalur saya begitu banyak merah. Jadi saya dengar-dengar dari info, dari teman-teman, cobalah telepon, mainlah ke kantor pusat," kata John.

Jaksa kemudian memotong penjelasan tersebut. "Sebelum ke sana, tadi kan saya sebut nama Pak Nyoman. Sebelum bisa mengontak Pak Rizal, apakah Pak John tahu yang menyampaikan 'Pak John mau ketemu Pak Rizal' ini ada pihak lain?" tanya jaksa.

John menjawab tidak tahu. "Yang saya tahu itu di nomor handphone Pak Rizal ditulis 'John Nyoman'. Dari situ saya baru, 'oh ada nama Pak Nyoman, kenal enggak ya?'. Saya bilang saya kenal. Tapi saya tidak tahu itu dari Nyoman," ujar John.

Jaksa kemudian menunjukkan foto Nyoman di ruang sidang. "Baik. Izin majelis, kami tunjukkan wajahnya Pak Nyoman ya," kata Takdir.

Foto pejabat BPK tersebut kemudian terpampang di layar ruang sidang.

Jaksa kembali bertanya, "Ini kah Pak Nyoman yang dimaksud?"

"Iya," jawab John.

"Baik. Izin majelis, Pak Nyoman ini setelah kami cek datanya di Google, beliau dulu adalah pegawai Bea Cukai dan saat ini bertugas di Badan Pemeriksa Keuangan," ujar jaksa.

Jaksa lalu memastikan identitas yang dimaksud.

"Jadi betul ya Pak Nyoman ini? Pak Nyoman Adhi?" tanya jaksa.

"Nama lengkapnya saya tidak tahu, saya tahunya Pak Nyoman," jawab John.

Jaksa kemudian mendalami hubungan John dengan Nyoman. Pengusaha itu mengaku lupa bagaimana awal mula mereka saling mengenal.

"Tidak ingat lagi, jarang ketemu, karena sudah lama enggak di Bea Cukai," ujar John.

"Oke, tapi kenal dan tahu ya? Maksudnya, terlepas tadi sudah sekian lama tidak kontak-kontakan atau komunikasi, tapi pasti tahu karena di web BPK sudah langsung muncul," kata jaksa.

John mengiyakan.

Jaksa kemudian bertanya apakah Nyoman yang memfasilitasi perkenalan John dengan Rizal.

"Nah, kemudian Pak Nyoman inilah yang juga memfasilitasi Pak John untuk direkomendasikan mengenal dengan Pak Rizal?" tanya jaksa.

"Itu saya lupa ya, Pak, yang kasih nomor Pak Rizal ke saya siapa. Karena Pak Rizal di pusat, dapat nomor Pak Rizal itu sama siapa saja bisa ya, Pak," jawab John.

Jaksa kemudian mengaitkan pertanyaan itu dengan keterangan Rizal dalam persidangan.

"Baik. Karena kan di fakta sidangnya Pak Rizal tadi, bisa mendapat kontak handphone-nya Pak John karena diinfokan oleh Pak Nyoman ini," ujar Takdir.

"Izin majelis, ini sebagaimana yang disampaikan oleh Pak Rizal, mengapa di phonebook-nya Pak Rizal nama kontak WhatsApp-nya Pak John itu 'John Nyoman BPK RI', ya karena ini. Walaupun Pak John tadi lupa."

Nyoman Adhi Suryadnyana menyatakan tak pernah memberikan nomor telepon John Field kepada Rizal. "Seingat saya, tidak pernah memberikan nomor telp John ke Pak Rizal," ujar Nyoman melalui pesan singkat pada Sabtu, 13 Juni 2026.

Ade Ridwan Yandwiputra berkontribusi dalam penulisan artikel ini
Read Entire Article
Parenting |