Alfamart Bagikan Dividen Rp 1,7 Triliun

2 hours ago 5

PERUSAHAAN jaringan retail Alfamart, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk menyetujui pembagian dividen tunai sebesar sekitar Rp 1,7 triliun kepada para pemegang saham. "Nilai dividen yang dibagikan setara Rp 41,5 per saham," ujar Corporate Secretary PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk Tomin Widian usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan  (RUPST) di Kantor Pusat Alfamart, Tangerang, pada Kamis 4 Juni 2026.  

Tomin mengatakan pembagian dividen tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Rasio pembayaran dividen (dividend payout ratio) naik menjadi 50 persen dari laba bersih perusahaan. “Kurang lebih payout ratio-nya 50 persen, meningkat dibandingkan tahun 2024 yang sebesar 40 persen,” katanya. 

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Peningkatan rasio pembayaran dividen tersebut, ujar Tomin, mencerminkan komitmen perusahaan dalam memberikan nilai tambah kepada para pemegang saham di tengah kinerja bisnis yang terus bertumbuh. 

Dividen tunai sebesar Rp 41,5 per saham itu dijadwalkan akan dibagikan kepada pemegang saham yang tercatat pada daftar pemegang saham sesuai jadwal yang ditetapkan perusahaan. 

Dalam RUPST disebutkan Alfamart mencatatkan pendapatan sebesar Rp 126,74 triliun, serta laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 3,41 triliun pada tahun buku 2025. Jumlah ini meningkat dibandingkan dengan pertumbuhan tahun lalu sebesar Rp 118,23 triliun dan laba bersih sebesar Rp 3,15 triliun. "Pencapaian ini menunjukkan keberhasilan Perseroan dalam mempertahankan kinerja usaha di tengah tekanan eksternal," kata Tomin.  

Kinerja tersebut, kata Tomin, didukung oleh peningkatan aktivitas transaksi antara lain melalui Alfagift, aplikasi yang mengintegrasikan offline dan online channel (omnichannel), efektivitas strategi promosi, kemampuan perseroan dalam menjaga ketersediaan produk yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan, serta peningkatan loyalitas pelanggan melalui analisis data konsumen. 

Presiden Direktur PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk, Anggara Hans Prawira, mengatakan, perseroan menghadapi berbagai tantangan yang semakin kompleks, baik dari aspek keberlanjutan maupun dinamika ekonomi.

Dari sisi eksternal, tingkat inflasi dan penurunan daya beli masyarakat memberikan tekanan terhadap kemampuan Perseroan dalam menjaga ketersediaan produk berkualitas dengan harga yang tetap terjangkau. "Kondisi ini mendorong perubahan perilaku konsumen menjadi lebih selektif dalam berbelanja," ucap Anggara.  

Namun demikian, ujar dia, perseroan masih memiliki peluang pertumbuhan mengingat produk yang dipasarkan merupakan kebutuhan primer dengan permintaan yang relatif stabil, didukung oleh penerapan strategi promosi yang efektif untuk menjaga daya tarik harga serta mendorong loyalitas pelanggan. 

Untuk menyambut prospek pasar, Perseroan berencana untuk memperkuat segmen digital dan omnichannel, termasuk integrasi layanan digital yang mendukung pengalaman pelanggan omnichannel. Serta mengoptimalkan operasi supply chain & logistik untuk menjamin ketersediaan produk dan respons terhadap perubahan permintaan konsumen.  

Melalui strategi pertumbuhan jaringan, inovasi teknologi, serta adaptasi terhadap kecenderungan belanja modern, Perseroan optimis dapat memperkuat posisinya di industri ritel Indonesia pada tahun 2026, serta menyokong target pertumbuhan pendapatan tahunan.

Read Entire Article
Parenting |