MENTERI Luar Negeri Malaysia Mohamad Hasan menyatakan ketertarikan negaranya untuk memperluas penempatan tenaga kerja Indonesia, khususnya di sektor kesehatan. Usulan tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Sugiono di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Kamis, 4 Juni 2026.
Menurut Mohamad, Indonesia mengusulkan agar peluang kerja bagi tenaga kerja Indonesia di Malaysia diperluas ke sektor-sektor baru di luar bidang yang selama ini telah berjalan. Salah satu sektor yang dibahas adalah tenaga perawat.
“Ada juga saran dari pihak Indonesia untuk kami pastikan supaya pekerja-pekerja ataupun tenaga kerja dari Indonesia itu diluaskan lagi daripada sektor-sektor yang sedia ada, terutamanya sektor perawat dan yang lain-lain,” kata dia.
Usulan tersebut, kata dia, akan dibahas lebih lanjut oleh pemerintah Malaysia. Namun, keputusan mengenai penambahan tenaga kerja asing, termasuk tenaga kesehatan, berada di bawah kewenangan kementerian teknis dan bukan Kementerian Luar Negeri Malaysia.
“Itu akan kami bincangkan di peringkat kami karena dia di luar bidang Kementerian Luar Negeri. Dia di bawah Kementerian Kesehatan,” ujarnya.
Dinilai Menguntungkan Industri Kesehatan Malaysia
Mohamad menilai usulan perluasan penempatan perawat Indonesia merupakan gagasan yang baik. Menurut dia, keberadaan tenaga kesehatan Indonesia berpotensi memberikan manfaat bagi sektor kesehatan Malaysia secara keseluruhan.
“Tetapi saya berkeyakinan bahwa itu satu cadangan yang baik untuk kita juga kebaikan kepada industri kesehatan Malaysia secara seluruhnya,” kata dia.
Ia mengatakan pembahasan mengenai usulan tersebut akan dilakukan bersama Kementerian Kesehatan Malaysia karena pengelolaan tenaga kesehatan berada di bawah otoritas kementerian tersebut.
Kerja Sama Bilateral RI-Malaysia
Pernyataan itu disampaikan Mohamad serelah menghadiri pertemuan Joint Commission for Bilateral Cooperation (JCBC) ke-17 Indonesia-Malaysia yang digelar di Jakarta. Forum tersebut merupakan mekanisme konsultasi bilateral yang membahas berbagai isu kerja sama strategis antara kedua negara.
JCBC ke-17 juga menjadi tindak lanjut dari Konsultasi Tahunan ke-13 antara Presiden Indonesia dan Perdana Menteri Malaysia yang berlangsung di Jakarta pada Juli 2025. Selain membahas penguatan kerja sama ekonomi, forum tersebut turut menyoroti isu perbatasan, perdagangan lintas batas, keamanan, ketahanan pangan, energi, serta berbagai persoalan bilateral lainnya.

















































