Danantara Berpeluang Danai Proyek Kereta Trans Sumatera

2 hours ago 5

MENTERI Perhubungan Dudy Purwagandhi membuka peluang keterlibatan BPI Danantara dalam pembiayaan pembangunan jaringan Kereta Trans Sumatera yang dirancang untuk menghubungkan Aceh hingga Lampung.

Menurut Dudy, pemerintah tengah menyiapkan sejumlah skema pendanaan untuk merealisasikan proyek tersebut, termasuk melalui kerja sama dengan Danantara dan sektor swasta. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi ketergantungan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

“Kami harus berinovasi dan tidak hanya bergantung pada anggaran pemerintah supaya bisa mendapatkan pendanaan di luar APBN,” kata Dudy kepada wartawan usai rapat kerja dengan Komisi V DPR, Kamis, 4 Juni 2026.

Ia mengatakan Kementerian Perhubungan akan terus berkoordinasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan terkait skema pengembangan proyek tersebut.

Menurut Dudy, pembangunan jaringan kereta api di luar Jawa merupakan tindak lanjut arahan Presiden untuk memperkuat transportasi perkeretaapian, khususnya angkutan logistik, di berbagai wilayah seperti Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi.

“Ini akan kami matangkan untuk mengembangkan transportasi perkeretaapian yang lebih efisien, khususnya di luar Jawa,” ujarnya.

Sebelumnya, PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mengungkapkan kebutuhan investasi proyek Kereta Trans Sumatera diperkirakan mencapai Rp 350 triliun. Proyek tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas antardaerah sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi dan distribusi logistik di Pulau Sumatera.

“Kami melakukan pengembangan jaringan di Pulau Sumatera, yaitu bagaimana menghubungkan antara Banda Aceh dengan Bandar Lampung,” kata Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR, Rabu, 3 Juni 2026.

Bobby menjelaskan, saat ini jaringan kereta api di Sumatera belum terintegrasi dan terbagi dalam beberapa koridor. Koridor yang telah beroperasi antara lain Bandar Lampung-Palembang, Bandar Lampung-Lubuklinggau, jaringan kereta api di Sumatera Utara dan Aceh dan sebagian Sumatera Barat.

Menurut Bobby, integrasi rel kereta inii diharapkan dapat meningkatkan mobilitas penumpang, mempercepat distribusi barang, dan mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan. Saar ini, ia melanjutkan, KAI memprioritaskan pembangunan jalur Banda Aceh–Besitang sepanjang sekitar 478 kilometer.

Secara keseluruhan, PT KAI masih menyusun desain dasar sebagai bagian dari persiapan proyek. Bobby memperkirakan kebutuhan investasi keseluruhan proyek mencapai US$20 miliar hingga US$25 miliar atau sekitar Rp 350 triliun. “Kalau totalnya Sumatera bisa sekitar Rp 350 triliun dari ujung ke ujung,” ujarnya.

Read Entire Article
Parenting |