PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta mengarahkan pembangunan menuju kota global berbasic knowledge economy. Saat ini, Jakarta berada di peringkat 71 dari 156 kota global dunia berdasarkan Global City Index (GCI). Dalam rencana strategis jangka menengah dan target 5 tahun ke depan, Jakarta menargetkan posisi 50 besar kota global di dunia.
Sesuai keputusan Mahkamah Konstitusi dan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Daerah Khusus Jakarta, meski tidak lagi berstatus ibu kota negara, kota ini tetap menjadi jangkar utama perekonomian Indonesia.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Kepala Bappeda DKI Jakarta, Atika Nur Rahmania, menegaskan bahwa transformasi Jakarta sebagai kota global tidak sekadar menjadi slogan. Namun diwujudkan melalui target pembangunan yang terukur dan berstandar internasional. bahwa Jakarta tidak ingin sekadar melakukan self-declare sebagai kota global.
"Transformasi ini menyentuh lima dimensi utama: aktivitas bisnis, modal manusia (human capital), pertukaran budaya, hingga keterlibatan politik," ujarnya dalam gelar wicara bersama Prof. Rhenald Kasali dan pakar perkotaan Bambang Susantono.
Guru besar Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Diponegoro Bambang Susantono menambahkan, masa depan Jakarta sebagai pusat jasa dan ekonomi akan bertumpu pada konsep knowledge cconomy (ekonomi berbasis pengetahuan). Ada tiga pilar utama konsep tersebut, yaitu inovasi, talenta dan teknologi.
Menurut dia, untuk mencapai target tersebut, Jakarta menjalankan dua strategi paralel (dua track). Satu sisi menyelesaikan masalah klasik perkotaan seperti kemandirian mengatasi banjir, kemacetan, polusi, serta keamanan perkotaan. Sedangkan sisi lainnya melakukan lompatan besar (leapfrogging) untuk mencapai standar layanan kelas dunia.
Komitmen tersebut juga tercermin dalam beberapa proyek strategis yang sedang berjalan. Misalnya pembangunan MRT Fase 2A (North-South) yang beroperasi 2029 ], penguatan konektivitas logistik, penyediaan ruang publik yang inklusif akan terus berjalan demi mewujudkan kota yang tidak hanya layak huni melainkan juga dicintai.
Membangun Ekosistem Berbasis Pengetahuan
Sebagai bagian dari strategi membentuk participo-polis (kota partisipatif) serta menyambut usia Jakarta yang ke-499 menuju setengah milenium (500 tahun), Bappeda DKI Jakarta menggelar Jakarta Future Festival (JFF) pada tanggal 5 hingga 7 Juni bertempat di Taman Ismail Marzuki (TIM).
Festival ini didesain sebagai ruang komunikasi dua arah (Musrenbang Raya versi kreatif) untuk menangkap ide, aspirasi, serta mendokumentasikan kecerdasan kolektif komunitas lokal dan generasi muda. Seluruh gagasan warga yang masuk dalam rangkaian acara seperti Urban Talks, Future Talks, dan Urban Policy Lab akan didokumentasikan dalam bentuk buku kebijakan (policy update) demi arsitektur pembelajaran kota masa depan.
Selain diskusi gagasan, masyarakat juga dapat menikmati aktivasi komunitas kreatif, pasar seni, hingga pertunjukan musik gratis dari musisi nasional seperti Maliq & D’Essentials, Yura Yunita, Kahitna, Barasuara, Dere, dan Endah N Rhesa.
Buku Esensi Jakarta
Sementara itu menandai kesiapan pengelolaan pengetahuan kota (knowledge city), Pemprov DKI Jakarta bekerja sama dengan Tempo meluncurkan 8 seri buku yang memetakan potensi unik Jakarta secara lebih populer dan membumi. Berikut ini delapan judul buku tersebut:
1 Berpumpun Berdentam Langgam Jakarta: Jakarta sebagai kota sejuta festival
2 Jejak Langkah Jejak Selera: Potensi kuliner Jakarta menuju standar kelas dunia (Michelin Star].
3 Tak Tidur Berpendar Cahaya: Optimalisasi Owl Economy (ekonomi malam hari/24 jam) yang digerakkan oleh talenta muda di era digital dan kerja fleksibel (WFH)
4 Kata Sepanjang Usia: Warisan literasi sejarah perkotaan Jakarta].
5 1000 Kaki Halte Kota: Tantangan mobilitas urban (urban mobility) di masa depan
6 Mosaik Kota Menjelma Bangsa: Keragaman sebagai modal sosial terbesar Jakarta
7 Geliat Asa Kampung Kota: Esensi energi Jakarta yang tumbuh dari akar rumput (kampung-kampung kota)
8 Pulang ke Bahari: Masa depan pariwisata terpadu global di wilayah Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu

















































