Quinn Salman Belajar Sepak Bola untuk Film Garuda di Dadaku

2 hours ago 7

FILM animasi Garuda di Dadaku menumbuhkan ketertarikan baru Quinn Salman terhadap dunia sepak bola. Penyanyi dan aktris muda itu mengaku kini semakin berminat, bahkan menjadi penggemar salah satu klub besar Eropa.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Quinn mengungkapkan kecintaannya terhadap sepak bola tumbuh secara alami selama proses produksi film. Menurut Quinn, karakter Naya yang ia perankan memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan sehari-harinya.

“Jujur, aku jadi nonton bola secara tidak sadar. Jadinya image aku sekarang bola terus, fyp aku juga bola terus. Membuat karakter ini sangat melekat dalam diri aku sampai sekarang,” ujar Quinn kepada Tempo, Selasa, 2 Juni 2026.

Kedekatannya dengan dunia sepak bola membuat Quinn kini memiliki klub favorit. Ia mengaku mendukung Barcelona dan bahkan menyebut dirinya sebagai culers, sebutan bagi para penggemar klub asal Spanyol tersebut. “Aku sekarang penggemar Barcelona. Kalau ada Keanu (Azka), aku sering diteriakin fomo, katanya pendatang baru,” katanya sambil tertawa.

Quinn juga mengaku banyak belajar tentang sepak bola dari sang adik yang memiliki cita-cita menjadi pemain Timnas Indonesia. Semangat adiknya dalam mengejar mimpi tersebut membuat Quinn semakin memahami dunia yang menjadi latar cerita Garuda di Dadaku.

“Adik aku membantu banget karena dia pengin banget jadi Timnas, sama seperti Putra. Dia dari kecil memang punya mimpi menjadi pemain bola, dan sekarang juga sudah masuk klub sepak bola serta mengikuti berbagai latihan,” ucap Quinn.

Berkat sang adik, Quinn tidak hanya mengenal sepak bola sebagai tontonan, tetapi juga memahami teknik dasar permainan. Ia belajar cara melakukan passing yang benar, menendang bola, hingga berbagai aturan dalam pertandingan. “Di situlah aku belajar bagaimana caranya melakukan passing yang benar, terus nendang bola, dan lainnya. Karena mayoritas yang gila bola itu cowok semua,” katanya.

Tak hanya teknik bermain, Quinn juga mempelajari peraturan yang harus dipahami oleh seorang wasit. Ia mengaku harus memahami berbagai jenis pelanggaran hingga aturan offside agar dapat lebih menghayati karakter yang diperankannya.

“Bahkan jadi wasit juga harus belajar apa itu pelanggaran sampai offside. Aku waktu nonton bola sekarang sampai teriak-teriak ke wasit,” tuturnya sambil tertawa. 

Pengalaman tersebut membuat Quinn semakin menikmati sepak bola. Dari yang awalnya hanya mendalami peran untuk kebutuhan film, kini olahraga itu menjadi bagian dari kesehariannya dan memberinya pemahaman baru tentang perjuangan para pemain dalam meraih mimpi mereka.

Film animasi Garuda di Dadaku menjadi babak baru dalam franchise Garuda di Dadaku besutan BASE Entertainment yang pertama kali dirilis pada 2009. Film yang disutradarai oleh Ronny Gani ini akan tayang pada Kamis, 11 Juni 2026. Quinn Salman berperan sebagai Naya, anak pelatih yang jago bermain bola dan akhirnya melatih Putra untuk mengejar mimpinya menjadi pemain sepak bola.

NADILA RATNASARI

Read Entire Article
Parenting |