PRESIDEN Partai Buruh Said Iqbal menyatakan sudah diberitahu Istana Kepresidenan soal rencana penunjukannya sebagai menteri Kabinet Merah Putih Presiden Prabowo Subianto. “Sudah diberitahu dari istana,” kata Said Iqbal saat dihubungi pada Jumat, 5 Juni 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Namun Said enggan mengungkap kapan dan siapa dari Istana yang menghubunginya. Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) ini juga tak mengungkap secara spesifik akan ditunjuk sebagai menteri apa.
“Kita tunggu saja pengumuman resmi dari Mensesneg atas nama presiden. Kemungkinan sekitar isu ketenagakerjaan,” ujar Said.
Namun Said menepis isu rencana penunjukannya untuk meredam aksi buruh. Ia menegaskan penunjukannya lebih kepada penguatan perjuangan kesejahteraan buruh.
Kemarin, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memberi sinyal bahwa Presiden Partai Buruh Said Iqbal akan masuk kabinet pemerintahan Presiden Prabowo. "Sedang kita diskusikan," ujar Prasetyo di Istana, Jakarta, Kamis malam, 4 Juni 2026.
Prasetyo menyebut posisi yang kemungkinan akan diemban Said Iqbal berkaitan dengan bidang yang selama ini menjadi fokus perjuangannya, yakni isu buruh dan tenaga kerja.
"Ya, kemungkinan ya, kemungkinan berkaitan dengan tentunya perjuangan beliau selama ini. Buruh, tenaga kerja," kata dia.
Namun Prasetyo belum merinci jabatan yang akan diberikan kepada Said Iqbal. Dia menegaskan pembahasan mengenai penugasan tersebut masih berlangsung. “Tunggu, masih didiskusikan ya," ucapnya, dikutip dari Antara.
Prasetyo juga mengungkapkan akan agenda pelantikan pimpinan Badan Gizi Nasional yang baru di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin, 8 Juni 2026.
Selain itu, agenda penyerahan surat kepercayaan sejumlah duta besar negara sahabat kepada Presiden Prabowo juga diagendakan pada hari yang sama. Prasetyo mengatakan jadwal pelantikan pimpinan BGN dan acara penyerahan kredensial duta besar dilakukan di hari yang sama agar efektif.
Namun, Prasetyo enggan mengungkapkan lebih jauh apakah Said Iqbal juga akan dilantik pada hari tersebut. “Tunggu informasi," ujar Mensesneg.















































