Prabowo Kecam Tindakan Keji yang Membuat Prajurit TNI Gugur

7 hours ago 10

PRESIDEN Prabowo Subianto menyatakan mengecam keras tindakan keji yang menyebabkan gugurnya tiga prajurit Tentara Nasional Indonesia saat bertugas untuk United Nations Interim Force in Lebanon atau UNIFIL. Menurut dia, tindakan tersebut merusak perdamaian dunia.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Prabowo mengatakan negara turut berduka atas tewasnya tiga personel Satgas Yonmek Konga XXIII-S UNIFIL. "Bangsa Indonesia berduka atas gugurnya tiga prajurit TNI dalam tugas mulia sebagai pasukan perdamaian PBB di Libanon," kata Prabowo dalam takarir di unggahan Instagram pribadi @prabowo, Sabtu, 4 April 2026.

Dia mengajak para pihak untuk melanjutkan semangat menjaga perdamaian. "Serta tidak memberi ruang bagi siapa pun yang berusaha memecah belah kebersamaan dan kerukunan bangsa," ucap Mantan Komandan Komando Pasukan Khusus ini.

Dia mengatakan negara bakal berkomitmen untuk menghormati jasa para pahlawan. Termasuk, ujar dia, menjaga kehormatan para prajurit dan memastikan pengorbanan yang diberikan prajurit militer Tanah Air tak pernah dilupakan.

Adapun sebanyak tiga prajurit TNI yang bertugas untuk PBB di Libanon tewas akibat terkena serangan Israel pada akhir Maret dan awal April 2026. Selain itu, dalam berbagai insiden, tercatat ada delapan personel penjaga perdamaian milik Indonesia yang mengalami luka-luka lantaran serangan artileri.

Ketiga prajurit TNI yang tewas dalam misi perdamaian ialah Mayor Infanteri Anumerta Zulmi Aditya Iskandar, Serka Anumerta Muhammad Nur Ichwan, dan Kopda Anumerta Farizal Rhomadhon. Upacara persemayaman dan pelepasan terhadap tiga jenazah prajurit TNI telah dilakukan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Sabtu, 4 April 2026.

Presiden Prabowo Subianto bersama sejumlah menteri kabinet turut hadir dalam prosesi persemayaman tersebut. Dalam acara itu, kepala negara menyalami dan berbincang dengan para keluarga korban yang hadir.

Usai disemayamkan, jenazah ketiga prajurit TNI itu dilepas ke daerah masing-masing menggunakan pesawat TNI Angkatan Udara. Zulmi Aditya Iskandar diberangkatkan ke daerahnya di Bandung, Jawa Barat, sedangkan Farizal Rhomadhon dan Muhammad Nur Ichwan dibawa ke Yogyakarta untuk dimakamkan secara militer.

Read Entire Article
Parenting |