Analisis Drone Emprit soal Sentimen Pergantian Kepala BGN

5 hours ago 8

PERCAKAPAN publik di media sosial mengenai pergantian Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) menunjukkan sentimen negatif sebesar 47,2 persen. Publik menyoroti pergantian kepemimpinan BGN dari Dadan Hindayana ke Nanik Sudaryati Deyang tidak sesuai bidang keilmuan dan bermuatan politis.

Pemantauan sentimen publik itu dilakukan oleh lembaga pemantau media sosial Drone Emprit dalam periode Selasa, 2 Juni 2026 dan Rabu, 3 Juni 2026. Drone Emprit mencatat isu Pergantian Kepala BGN diberitakan dalam 3.134 artikel yang menuai 10.774 komentar. Isu itu kemudian dibicarakan sebanyak 11.711 di media sosial Twitter (X), Facebook, Instagram, Youtube, dan TikTok. 

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Pendiri Drone Emprit Ismail Fahmi mengatakan publik meragukan latar belakang akademis di bidang gizi pada Nanik. Kondisi itu memunculkan dugaan perombakan bermuatan politis. "Sehingga muncul keraguan akan kemampuan menyelesaikan masalah operasional dan kultural di dalam lembaga," kata Fahmi dalam laporan Drone Emprit, Kamis, 4 Juni 2026. 

Publik juga ragu ada perubahan struktural bila transparansi institusi tidak dilakukan. Publik juga mengecam rentetan masalah operasional Makan Bergizi Gratis atau MBG. 

"Publik juga mendesak pemerintah hentikan atau evaluasi total program MBG, dan sebut institusi BGN berpotensi menjadi pelataran skandal korupsi berikutnya," kata dia. 

Drone emprit juga mencatat sebesar 50,5 persen publik memberikan sentimen positif. Sementara 2,3 persen memberikan sentimen netral. 

Beberapa sentimen positif itu seperti apresiasi ketegasan presiden, presiden dianggap mendengar kritik masyarakat, pergantian kepemimpinan momentum perbaikan program MBG, dan mendukung langkah Kejaksaan Agung usut tuntas dugaan korupsi di BGN. 

"Lalu harap kepemimpinan baru dapat membenahi operasional MBG, MBG diyakini memiliki niat untuk perbaikan gizi anak jika dikelola dengan benar," kata Fahmi. 

Sementara itu, dalam percakapan di media online, sentimen positif sebesar 81,3 persen, negatif 12,6 persen, dan netral 6,1 persen. 

Pemantauan ini dilakukan untuk menjawab beberapa pertanyaan. Di antaranya, isu yang muncul terkait Pergantian Kepala BGN, tren pembahasan terkait pergantian kepala BGN, Sentimen publik terhadap Pergantian Kepala BGN, dan peta percakapannya di media sosial. 

Presiden Prabowo Subianto mencopot Dadan Hindayana dari jabatan Kepala BGN dan menggantinya dengan Nanik S. Deyang. Pergantian pimpinan BGN tersebut diumumkan oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Istana Negara, Selasa, 2 Juni 2026. 

Satu hari setelah pencopotan itu, Kejaksaan Agung menetapkan eks pimpinan BGN Dadan Hindayana, Sony Sonjaya, dan Lodewyk Pusung sebagai tersangka kasus korupsi program MBG. Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung Syarief Sulaiman Nahdi mengatakan penyidik menetapkan ketiga tersangka setelah mengantongi dua alat bukti yang cukup.

“DH, SS, dan LP berdasarkan dua alat bukti yang cukup yang diperoleh penyidik ditetapkan sebagai tersangka,” kata Syarief dalam konferensi pers di Kejaksaan Agung pada Rabu, 3 Juni 2026.

Penetapan tersangka itu berlangsung kurang dari 24 jam setelah pemerintah mencopot ketiganya dari jabatan di BGN. Kejaksaan juga menggeledah kantor BGN sejak pukul 02.00 WIB pada Rabu dini hari. Pantauan Tempo di lokasi, seorang petugas keamanan mengatakan ada empat mobil jaksa mendatangi kantor BGN dengan pengawalan personel TNI.

Penyidik menjerat ketiga tersangka dengan Pasal 603 dan Pasal 604 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Syarief mengatakan Kejaksaan Agung mulai menyelidiki perkara tersebut sejak sepekan lalu. “Naik sidiknya beberapa hari lalu,” ujar Syarief.

Jihan Ristiyanti berkontribusi dalam tulisan ini.
Read Entire Article
Parenting |