KEPALA Ekonom Bank Permata Josua Pardede menilai pemerintah perlu memulihkan kepercayaan pasar di tengah melemahnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Menurutnya, tekanan yang terjadi saat ini bukan hanya disebabkan oleh gejolak global, tapi juga oleh kerentanan domestik.
“Investor tidak hanya melihat nilai tukar dan indeks saham, tetapi juga menilai kualitas kebijakan, kepastian fiskal, kemandirian Bank Indonesia, arah belanja pemerintah, tata kelola lembaga baru, serta kualitas pasar modal,” kata Josua kepada Tempo pada Kamis, 4 Juni 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Ia menjelaskan, ketika ada kekhawatiran terhadap disiplin fiskal dan arah kebijakan semakin sulit diprediksi, investor meminta kompensasi risiko yang lebih besar. Alhasil, tekanan muncul pada rupiah, kenaikan imbal hasil surat utang, dan penurunan valuasi saham.
Faktor lain yang membuat IHSG tertekan dalam adalah isu kepercayaan terhadap kualitas pasar modal. Menurut Josua, ketika lembaga indeks global menghapus sejumlah saham Indonesia dan membatasi aksi positif terhadap saham Indonesia, tekanan jual tidak hanya terjadi pada saham yang terdampak langsung, tetapi juga menyebar ke persepsi pasar secara keseluruhan.
Josua juga mengatakan, intervensi di pasar valuta asing memang dapat meredam gejolak jangka pendek. Namun upaya tersebut tidak akan cukup bila akar masalahnya adalah kepercayaan.
“Bagi pembuat kebijakan, prioritasnya adalah memulihkan kepercayaan. Karena dalam kondisi seperti ini yang paling mahal bukan pelemahan rupiah atau IHSG itu sendiri, melainkan hilangnya keyakinan investor terhadap arah kebijakan,” ucapnya.
Merespons pelemahan IHSG dan rupiah, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengklaim fundamental ekonomi Indonesia dalam kondisi baik. Ia juga memastikan fiskal Indonesia dalam kondisi aman.
Kondisi itu, kata Purbaya, tercermin dari pendapatan pajak yang naik pada Mei 2026. “Mei itu pertumbuhan pajaknya 22,1 persen, jadi jauh lebih tinggi dibanding tahun lalu. Itu satu hal yang menggembirakan,” ujarnya kepada wartawan di Gedung DPR, Kamis, 4 Juni 2026.















































