GELARAN Suaraga Fest 2026 akan menggabungkan musik, wellness, budaya, pasar kreatif, dan berbagai komunitas dalam satu kegiatan. Acara yang dijadwalkan berlangsung pada 3-4 Juli 2026 ini bertujuan untuk membangun citra Solo sebagai kota wellness berbasis budaya.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Co-Founder Vindes, Laksamana Satrio, mengatakan Suaraga dibangun dari tiga fungsi utama, yakni suara, karya, dan raga. "Ketiga hal ini merepresentasikan tiga entitas kami. Mad Haus dengan media dan suaranya, Boss Creator lewat Pestapora dan berbagai event lainnya melalui karyanya, dan kami mencoba mengisi raganya. Jadi kalau ditanya apakah Suaraga menggambarkan identitas tersebut, kami rasa cukup tergambarkan lewat suara, karya, dan raga,” tutur Laksa dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis, 4 Juni 2026.
Menurut Laksa, Solo dipilih karena memiliki karakter budaya yang kuat sekaligus dikenal dengan ritme hidup yang lebih tenang dibandingkan dengan kota-kota besar lainnya. “Solo sudah dikenal dengan gaya hidup slow living-nya. Ketika orang sudah mulai lelah dari hiruk-pikuk kota, kami ingin memperkenalkan Solo sebagai identitas wellness dengan akar heritage kepada masyarakat urban dan masyarakat Indonesia secara umum dengan basis budaya lokal yang sudah hidup di kota ini," ujarnya.
Suaraga Fest 2026 akan berlangsung selama dua hari di Taman Balekambang. Salah satu ruang publik bersejarah di Solo yang dipilih karena dinilai memiliki karakter yang sesuai dengan konsep relaksasi dan kebersamaan yang diusung Suaraga.
Festival ini akan menghadirkan pertunjukan musik dari MALIQ & D'Essentials, SORE, Silampukau, Nadhif Basalamah, Fanny Soegi, ALI, dan sejumlah penampil lain. Selain itu, Suaraga juga akan menawarkan segmen wellness bersama Anjasmara, Leila Munaf, Sazou Gautama, Amanda Tansing, dan sederet nama lainnya yang akan mengisi aktivitas seperti yoga, pilates, meditasi, serta kebugaran berbasis budaya lainnya.
Tidak hanya itu, Suaraga juga akan berkolaborasi dengan pengemudi becak sebagai alat transportasi audiens yang memberikan pengalaman autentik, serta menghadirkan seni tradisional seperti gamelan, keroncong, wayang kulit, hingga primbon sebagai bagian dari identitas budaya lokal.
Sementara itu, Wali Kota Solo, Respati Achmad Ardianto menyambut positif penyelenggaraan Suaraga Fest 2026. Menurut dia, konsep festival tersebut sejalan dengan upaya pemerintah kota untuk mengembangkan ekonomi kreatif sekaligus membangun citra baru Solo sebagai kota wellness.
"Di tengah kondisi ekonomi saat ini, harus ada pusat ekonomi baru dan salah satunya melalui industri kreatif. Ke depannya kami juga ingin membangun city branding baru sebagai Wellness City," ujar Respati.
Acara ini juga menargetkan delapan ribu pengunjung selama gelaran festival berlangsung. Selain acara utama, sepanjang Juni 2026, Suaraga akan didahului sejumlah program aktivasi kota seperti diskusi publik, kompetisi kreatif, aktivitas komunitas, city cycling, hingga berbagai kegiatan budaya kreatif lainnya. Harga tiket Suaraga Fest 2026 dapat dibeli melalui Loket.com yang dimulai dengan harga Rp 150 ribu hingga Rp 1 juta rupiah.















































