Cara Caca Tengker Dampingi Anak di Era Digital, Momen Sebelum Tidur jadi Quality Time

3 hours ago 8

CANTIKA.COMJakarta - Di tengah kehidupan yang semakin terhubung dengan teknologi, internet telah menjadi bagian tak terpisahkan dari keseharian anak-anak. Mulai dari belajar, mencari hiburan, hingga berinteraksi dengan berbagai informasi, era digital menawarkan banyak manfaat sekaligus tantangan yang perlu dihadapi bersama oleh orang tua.

Psikolog sekaligus figur publik, Marsha Tengker atau yang lebih dikenal sebagai Caca Tengker, memahami betul bahwa pendampingan anak saat berinternet tidak cukup hanya dengan membatasi penggunaan gawai. Menurutnya, orang tua perlu hadir sebagai pendamping yang membantu anak memahami dan menyikapi informasi yang mereka temui di dunia maya.

"Internet kini menjadi bagian dari proses tumbuh kembang anak. Terlebih setelah masa pandemi yang membuat aktivitas belajar dan mencari informasi semakin banyak dilakukan secara daring. Karena itu, pengawasan dan komunikasi menjadi dua hal yang tidak bisa dipisahkan," ucap Caca dalam talkshow 

AKSI Digital Youtube di KANANA, Jakarta Selatan pada Kamis, 4 Juni 2026. 

Memanfaatkan Teknologi untuk Membangun Kebiasaan Digital yang Sehat

Caca termasuk orang tua yang memanfaatkan berbagai fitur keamanan digital yang telah disediakan platform teknologi untuk membantu mengawasi aktivitas anak.

Salah satu fitur yang digunakannya adalah pengaturan akun anak yang terhubung dengan akun orang tua. Dengan sistem tersebut, setiap kali anak ingin mengunduh aplikasi baru, persetujuan orang tua tetap diperlukan. Selain itu, orang tua juga dapat melihat riwayat pencarian dan aktivitas digital anak sebagai bentuk pendampingan yang lebih terarah.

Menurut Caca, keberadaan fitur-fitur tersebut membantu orang tua membangun lingkungan digital yang lebih aman tanpa harus mengawasi anak secara berlebihan. " Tapi pengawasan tidak cukup, anak juga perlu dibekali kemampuan berpikir kritis agar mampu menyaring informasi yang mereka konsumsi setiap hari," ucapnya.

Bangun Koneksi Sebelum Memberi Koreksi

Selain membangun literasi digital, Caca juga menekankan pentingnya hubungan yang hangat antara orang tua dan anak. Ia percaya bahwa pendekatan yang efektif bukanlah mengontrol anak secara ketat, melainkan membangun kedekatan terlebih dahulu sebelum memberikan arahan atau koreksi. Prinsip ini ia sebut sebagai connection before correction.

Menurutnya, ketika anak merasa didengar dan dipahami, mereka akan lebih terbuka untuk berdiskusi mengenai pengalaman yang mereka alami, termasuk saat menjelajahi internet.

Prinsip lain yang juga diterapkannya adalah curiosity over control, yaitu mendahulukan rasa ingin tahu terhadap pengalaman anak sebelum memberikan aturan atau larangan.

Sementara itu, consistency over perfection menjadi pengingat bahwa tidak ada pola pengasuhan yang sempurna. Yang lebih penting adalah konsistensi dalam membangun kebiasaan baik setiap hari.

Astry Novita, Dora Songco, Marsha Tengker, dan Nanda Yurani dalam AKSI Digital Youtube di KANANA, Jakarta Selatan pada Kamis, 4 Juni 2026. Foto:CANTIKA/Salsabilla Farka Kirani.

Momen Sebelum Tidur Jadi Waktu Berharga

Di tengah kesibukan sehari-hari, Caca memiliki cara sederhana untuk menjaga kedekatan dengan anak-anaknya. Setiap malam sebelum tidur, ia menyediakan waktu khusus untuk mengobrol bersama mereka.

Topik pembicaraan bisa sangat beragam, mulai dari aktivitas di sekolah, cerita yang mereka baca, pengalaman sehari-hari, hingga pertanyaan-pertanyaan unik yang muncul dari rasa ingin tahu anak.

Rutinitas tersebut biasanya ditutup dengan berdoa dan berpelukan sebelum tidur. Meski terlihat sederhana, kebiasaan ini menjadi ruang aman bagi anak untuk menyampaikan pikiran, perasaan, serta pengalaman yang mereka alami sepanjang hari. Dari sinilah rasa percaya dan kedekatan emosional antara orang tua dan anak perlahan terbentuk.

Mengajarkan Anak Berpikir Kritis Lewat Metode THINK

Untuk membantu anak memahami konten yang mereka tonton, Caca menerapkan pendekatan sederhana yang dikenal dengan konsep THINK. Melalui metode ini, orang tua diajak berdiskusi bersama anak mengenai berbagai tayangan atau informasi yang mereka temui di internet.

Huruf T mewakili True, yaitu mengajak anak mempertanyakan apakah informasi yang mereka lihat benar atau tidak. H berarti Helpful, apakah konten tersebut memberikan manfaat. I adalah Inspiring, apakah tayangan tersebut dapat memberikan inspirasi positif.

Sementara N berarti Necessary, yakni mengajak anak menilai apakah konten tersebut memang perlu untuk ditonton. Terakhir, K mewakili Kind, yaitu mempertimbangkan apakah informasi atau tayangan tersebut membawa dampak yang baik bagi diri sendiri maupun orang lain.

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.

Read Entire Article
Parenting |