PNM Mekaar, Alternatif Pembiayaan Usaha Mikro dan Menghindari Rentenir

2 hours ago 5

INFO TEMPO - Di tengah kebutuhan modal yang mendesak, banyak pelaku usaha ultra mikro masih terjebak pada pinjaman informal dan praktik rentenir. Kemudahan pencairan sering kali berujung pada beban pembayaran yang memberatkan dan menghambat perkembangan usaha.

Kondisi ini umumnya dialami masyarakat yang belum sepenuhnya memiliki akses ke layanan keuangan formal. Keterbatasan dokumen, agunan, hingga rendahnya literasi finansial membuat sebagian masyarakat memilih pinjaman cepat meski berisiko tinggi.

Melalui program PNM Mekaar, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menghadirkan akses pembiayaan yang lebih inklusif bagi perempuan prasejahtera pelaku usaha ultra mikro. PNM Mekaar memberikan pembiayaan tanpa agunan berbasis kelompok yang disertai pendampingan melalui Pertemuan Kelompok Mingguan (PKM).

Tak hanya menyediakan modal usaha, PNM juga memberikan pelatihan pengelolaan keuangan, pengembangan usaha, hingga pendampingan pemberdayaan. Hingga kini, PNM telah melayani lebih dari 22,9 juta nasabah perempuan di 6.165 kecamatan di seluruh Indonesia. Sepanjang 2025, PNM tercatat telah menggelar 52.394 pelatihan dengan total peserta mencapai 1.853.170 orang.

PNM Mekaar tidak hanya menjadi akses pembiayaan, tetapi juga ruang belajar dan bertumbuh bersama. Pertemuan kelompok menjadi tempat saling mengingatkan, berbagi pengalaman usaha, dan membangun kemandirian ekonomi.

Indriana, nasabah PNM Mekaar asal Depok yang menjalankan usaha gorengan, mengatakan program tersebut membantunya mengembangkan usaha sekaligus memperluas wawasan berbisnis.

“Ibu-ibu yang menjadi andalan ekonomi keluarga harus lebih pintar dalam mengelola usaha dan mendapatkan modal. Kalau saya pilih PNM Mekaar,” ujar Indriana.

Menurut dia, manfaat yang diperoleh bukan hanya modal finansial, tetapi juga pengetahuan dan dukungan sosial dari sesama anggota kelompok.

“Mekaar memberikan modal finansial, modal intelektual, dan modal sosial. Pokoknya jauhi rentenir dan gabung PNM Mekaar,” katanya.

Hal serupa disampaikan Selly, nasabah PNM Mekaar asal Depok yang menjalankan usaha salon dan parfum. Ia menilai pembiayaan yang disertai pendampingan membuat pelaku usaha lebih terarah dalam mengembangkan usaha. Berkat PNM, ia ibsa mencukupi kebutuhan rumah tangga, menyekolahkan anak, hingga ikut melakukan kegiatan sosial di lingkungannya.

“Jangan terjebak rentenir. Kalau saya tidak mau rentenir, lebih baik ikut PNM Mekaar yang sudah terbukti meningkatkan kemajuan usaha saya dan membuat keluarga semakin sejahtera,” ujarnya.

Guru Besar Universitas Jenderal Soedirman, Imam Widhiono, menilai peningkatan pendapatan masyarakat melalui pembiayaan dan pendampingan usaha menjadi salah satu langkah efektif untuk mengurangi ketergantungan terhadap praktik rentenir.

Melalui PNM Mekaar, PNM ingin menghadirkan pembiayaan yang tidak hanya berfungsi sebagai pinjaman modal, tetapi juga menjadi bagian dari proses pemberdayaan masyarakat. Dengan akses pembiayaan dan pendampingan berkelanjutan, perempuan pelaku usaha ultra mikro diharapkan mampu mengembangkan usaha dan meningkatkan kesejahteraan keluarga secara mandiri.

Read Entire Article
Parenting |