Menkeu-Gubernur BI Terus Koordinasi Jaga Stabilitas Ekonomi

2 hours ago 7

GUBERNUR Bank Indonesia Perry Warjiyo dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan koordinasi kebijakan fiskal dan moneter berjalan erat di tengah pelemahan rupiah. Perry mengatakan kedua lembaga berupaya untuk menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Penguatan koordinasi fiskal dan moneter itu terus kami lakukan dan saat ini difokuskan bagaimana fiskal dan moneter seirama, saling mendukung, saling memperkuat dengan kewenangan masing-masing untuk memperkuat upaya-upaya bersama melakukan stabilisasi nilai tukar rupiah,” ucap Perry dalam konferensi pers di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat, Jakarta, Sabtu, 6 Juni 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Gubernur BI menjelaskan ada dua langkah penguatan koordinasi fiskal-moneter. Pertama, Bank Indonesia dan pemerintah berupaya meningkatkan daya tarik imbal hasil untuk menarik modal asing masuk ke pasar keuangan domestik. Sebab dengan kenaikan suku bunga global, modal asing mengalir keluar dari pasar saham, Surat Berharga Negara (SBN), dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

Kedua, BI dan pemerintah bersama-sama menjaga kecukupan likuiditas di pasar uang dan perbankan. “Dengan cara pengelolaan kas pemerintah tetap di BI, tapi itu saja ada peningkatan remunerasi atau bunga yang dibayarkan BI kepada pemerintah,” kata Perry.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menambahkan, berdasarkan data terkini Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), fundamental ekonomi Indonesia dalam kondisi baik. Dia menyatakan pemerintah akan memastikan kebijakan fiskal berjalan dengan baik sehingga pertumbuhan ekonomi bisa tercapai.

Bendahara Negara itu juga mengatakan Kementerian Keuangan akan memperkuat koordinasi kebijakan dengan bank sentral. “Tentunya kalau kebijakannya sudah menyatu seperti itu, sinergi penuh, seharusnya akan mengembalikan kepercayaan pasar ke rupiah, sehingga rupiah akan meningkat secara signifikan, tidak akan melemah lagi ke level yang lebih tinggi dari sekarang,” ujarnya.

Nilai tukar rupiah telah melemah hingga menembus level Rp 18.000 per dolar Amerika Serikat. Pada perdagangan Jumat, 5 Juni 2026, rupiah ditutup di level Rp 18.036 per dolar AS. 

Read Entire Article
Parenting |