PRESIDEN Prabowo Subianto diagendakan menerima surat kepercayaan alias letter of credence dari 17 calon duta besar negara sahabat pada awal pekan depan. Prosesi itu akan dihelat di Istana Kepresidenan Jakarta, pada Senin, 8 Juni 2026.
Kepastian ihwal agenda ini diberikan oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi pada Kamis malam, 4 Juni 2026. Menurut Prasetyo, penyerahan surat kepercayaan dari belasan calon duta besar asing itu akan dilaksanakan bersamaan dengan agenda pelantikan pejabat negara yang baru.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Pelantikan pejabat negara yang dimaksud adalah Kepala Badan Gizi Nasional Nanik Sudaryati Deyang, beserta dua wakilnya, Agustina Arumsari serta Mayor Jenderal TNI Trenggono. “Untuk efektivitas, kami rencanakan di hari yang sama, ya. Kalau forum pelantikannya kan tentu berbeda, pelantikan pejabat negara dengan penyerahan kredensial dari para duta besar negara sahabat,” kata Prasetyo di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis.
Lamanya penyerahan surat kepercayaan duta besar negara sahabat kepada Presiden Prabowo sempat dikritik oleh Dino Patti Djalal, eks Wakil Menteri Luar Negeri era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Menurut keterangan Dino, sedikitnya 17 calon dubes sudah berbulan-bulan menunggu giliran menyerahkan kredensial mereka.
Menurut Dino, bahkan ada diplomat yang menunggu hingga delapan bulan. Situasi ini dikhawatirkan dapat mengganggu citra diplomasi Indonesia.
Adapun Menteri Luar Negeri Sugiono memastikan bahwa belasan duta besar asing telah dijadwalkan menyerahkan kredensial mereka kepada Presiden Prabowo Subianto dalam waktu dekat untuk menandai resminya penugasan di Indonesia.
Ia menjelaskan bahwa para dubes tersebut tiba di Indonesia pada waktu yang berbeda-beda setelah upacara penyerahan surat kepercayaan terakhir dilaksanakan pada November lalu. Para dubes, dia mengklaim, perlu menjalankan serangkaian proses secara bertahap sebelum akhirnya menyerahkan kredensial mereka kepada presiden.
Sugiono mengatakan bahwa belum diserahkannya surat kepercayaan para duta besar kepada Presiden RI tidak berdampak apapun bagi kerja sama bilateral dengan negara dimaksud. Sekretaris Jenderal Partai Gerindra ini mengaku telah bertemu dengan masing-masing duta besar yang menunggu penyerahan kredensial tersebut.
Ia memastikan hubungan dan komunikasi dengan para dubes berjalan dengan baik seperti biasa. “Yang pasti, substansi dari kerja sama bilateral tetap berjalan,” ucap Sugiono ditemui seusai pertemuan bilateral dengan Menlu Madagaskar Alice N’Diaye di Kementerian Luar Negeri RI Jakarta, Rabu 3 Juni 2026, seperti dilansir Antara.
Sebagai informasi, penyerahan kredensial terakhir digelar di Istana Merdeka pada November 2025. Saat itu, Presiden Prabowo menerima surat kepercayaan dari 12 dubes luar biasa dan berkuasa penuh (LBBP) dari negara sahabat.
















































