MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa belum berencana merevisi perhitungan fiskal meskipun harga minyak mentah telah menyentuh US$ 91,9 per barel. Dia mengatakan angka tersebut masih berada dalam rentang yang telah diperhitungkan pada saat menyusun anggaran pendapatan dan belanja negara atau APBN.
“Jadi saya enggak usah ubah apa-apa di perhitungan yang sebelumnya karena sudah kita asumsikan 100 dolar per barel lifting minyak,” kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTA di Jakarta pada Jumat, 5 Juni 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Dia menyebut apabila harga minyak hingga akhir tahun berada di kisaran saat ini, rata-rata harga minyak sepanjang 2026 diperkirakan masih berada di level sekitar US$ 95 per barel. Karena itu, perkembangan harga minyak saat ini dinilai masih sesuai dengan proyeksi yang telah dimiliki pemerintah.
Menurut Purbaya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa realisasi lifting gas juga tidak terpaut jauh dari target yang telah ditetapkan pemerintah. Karena itu, ia menilai berbagai asumsi yang digunakan dalam penyusunan APBN masih berada dalam jalur yang sesuai dengan proyeksi.
Pada 2025, harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price) dalam APBN ditetapkan sebesar US$ 82 per barel. Namun, untuk realisasi hanya mencapai US$ 67,38 per barel. Pada 2026, pemerintah menurunkan asumsi ICP menjadi US$ 70 per barel. Meski demikian, hingga Mei 2026 harga minyak mentah telah mencapai US$ 91,9 per barel, melampaui asumsi APBN.
Tidak hanya itu, target lifting minyak pada APBN 2025 sebesar 605 ribu barel per hari. Realisasinya tercatat 605,61 ribu barel per hari berdasarkan data SKK Migas atau 582,10 ribu barel per hari berdasarkan data Kementerian Keuangan.
Pada APBN 2026, target lifting minyak dinaikkan menjadi 610 ribu barel per hari. Namun hingga Februari 2026 realisasinya baru mencapai 535,8 ribu barel per hari.
Sedangkan target lifting gas pada APBN 2025 ditetapkan sebesar 1.005 ribu barel setara minyak per hari. Realisasinya mencapai 943,65 ribu barel setara minyak per hari menurut data SKK Migas dan 970,72 ribu barel setara minyak per hari berdasarkan data Kementerian Keuangan.
Untuk 2026, target lifting gas dipatok sebesar 984 ribu barel setara minyak per hari. Sedangkan realisasi hingga Februari 2026 tercatat 957,9 ribu barel setara minyak per hari.

















































