Dosen di Banten Lapor Polisi, Diduga Dilecehkan Mahasiswa

2 hours ago 10

SEORANG dosen wanita berinisial LK dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Serang, Banten melaporkan MZ mahasiswa yang diduga melakukan pelecehan seksual ke Kepolisian Daerah atau Polda Banten. Kasus yang sempat viral di media sosial ini terjadi ketika MZ kepergok merekam sang dosen saat berada di toilet.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Banten Komisaris Besar Maruli Ahiles Hutapea mengatakan kasus itu ditangani Subdit IV Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Banten. Penyidik, katanya, telah melakukan langkah awal berupa pemeriksaan terhadap pelapor berinisial LK guna mendalami kronologi kejadian.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

"Dugaan tindak pidana tersebut disangkakan melanggar Pasal 14 ayat 1 huruf a Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual," kata Maruli lewat keterangan tertulis diterima Tempo Ahad malam, 5 April 2026.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Tempo, kasus itu bermula ketika LK memergoki dirinya sedang direkam dari celah kamar mandi di Gedung B Kampus Pakupatan, Serang. Menyadari aksi tak terpuji itu, sang dosen keluar kamar mandi dan berteriak minta tolong.

Saat itu juga petugas keamanan datang dan menangkap MZ. Dalam penggeledahan, di ponsel pelaku ditemukan sejumlah rekaman video serupa.

Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu, 1 April 2026. Lalu, dilaporkan dua hari berselang setelah kejadian pada Jumat, 2 April 2026. Penyidik telah menyita barang bukti berupa satu lembar kwitansi visum, satu unit handphone merek Samsung yang digunakan MZ untuk merekam, satu buah flashdisk berisi rekaman video korban sedang di kamar mandi, satu helai kerudung, satu baju, dan satu celana.

Maruli menyatakan Polda Banten mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada serta menjaga keamanan, khususnya di lingkungan fasilitas umum. "Segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila mengetahui atau mengalami tindak pidana kekerasan seksual atau pidana lainnya melalui Call Center 110," kata Maruli.

Read Entire Article
Parenting |