ESDM Bangun Jaringan Gas untuk 41 Ribu Rumah di Cirebon

3 hours ago 7

KEMENTERIAN Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan membangun jaringan pipa gas bumi (Jargas) untuk rumah tangga di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Pada tahap pertama, pembangunan jaringan gas itu akan mencakup sekitar 41 ribu sambungan rumah.

Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Kementerian ESDM Agung Kuswandoro mengatakan, keberhasilan pembangunan Jargas sangat bergantung pada dukungan pemerintah daerah sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan konstruksi. 

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

“Pembangunan Jargas membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, kontraktor pelaksana, dan seluruh pemangku kepentingan,” kata Agung saat audiensi dengan bupati Cirebon, dikutip dari keterangan tertulis, Kamis, 4 Juni 2026.

Pembangunan Jargas Kabupaten Cirebon Tahap I akan menjangkau sekitar 41 ribu sambungan rumah yang tersebar di Kecamatan Palimanan, Gempol, Depok, dan Dukupuntang.

Sementara itu, Koordinator Pokja Perencanaan Pembangunan Infrastruktur Migas, Sugiarto, mengatakan program pembangunan Jargas di Kabupaten Cirebon bukanlah program baru. Sebelumnya, pemerintah telah membangun jaringan gas rumah tangga sebanyak 14.663 sambungan rumah melalui tiga tahap pembangunan.

Sebanyak 4.000 sambungan rumah dibangun pada 2012, kemudian 6.105 sambungan rumah pada 2019, dan 4.558 sambungan rumah pada 2021.

“Keberadaan jaringan gas yang telah dibangun sebelumnya menjadi modal yang baik untuk melanjutkan pengembangan Jargas di Kabupaten Cirebon. Kami berharap pembangunan tahap berikutnya dapat semakin meningkatkan akses masyarakat terhadap energi yang lebih bersih, aman, dan efisien,” kata Sugiarto.

Bupati Cirebon Imron Rosyadi menyatakan dukungannya terhadap program pembangunan Jargas dan siap membantu koordinasi di lapangan. Menurut dia, pemerintah daerah akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat serta memfasilitasi kebutuhan administrasi dan teknis selama proses konstruksi berlangsung.

“Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, kontraktor pelaksana, konsultan pengawas, dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan dapat menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan proyek ini,” ujar Imron.

Read Entire Article
Parenting |