Kementerian HAM mendatangi Kabupaten Dogiyai, Provinsi Papua Tengah, setelah insiden penembakan warga Dogiyai oleh anggota kepolisian resor Dogiyai pada 31 Maret dan 1 April 2026. “Saya sudah perintahkan turun ke Dogiyai dan sedang menunggu laporan dari kantor wilayah,” kata Menteri HAM Natalius Pigai dalam pesan singkat kepada Tempo, Senin, 6 April 2026.
Pigai mengatakan tim Kementerian HAM saat ini sudah berada di Nabire dan akan melanjutkan perjalanan ke Dogiyai.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Kementerian HAM berkunjung ke Dogiyai untuk audiensi dengan masyarakat setelah situasi memanas. Rencana ini dikonfirmasi Okto Pekei, tokoh masyarakat adat Mee Pago. “Besok ini akan ada audiensi dengan orang dari atau staf dari Kementerian HAM,” kata Okto pada Ahad, 5 April 2026.
Okto mengatakan Kementerian HAM datang untuk memastikan kondisi di Dogiyai dan melakuan kroscek laporan warga serta polisi.
Sebelumnya, kondisi keamanan Kota Moanemani dan Kabupaten Dogiyai sempat mencekam setelah Brigadir Dua Juventus Edowai tewas pada Selasa, 31 Maret 2026.
Aparat kepolisian, yang menemukan mayat Juventus di parit Gereja Ebenezer pada Selasa pagi, diduga emosi dan melampiaskan amarah ke warga sekitar. Sejumlah polisi kemudian menyisir permukiman warga sambil melepaskan tembakan. Lima warga sipil tewas akibat tembakan tersebut, dua di antaranya lansia dan anak-anak.
Markas Besar Polri maupun Kepolisian Daerah Papua Tengah belum mengungkap korban sipil dan motif penembakan tersebut. Namun Mabes Polri mengirim 148 personel gabungan ke Papua Tengah, termasuk di dalamnya 100 personel Brimob, 10 personel tim Badan Intelijen dan Keamanan (BIK), serta 20 personel tim Bareskrim.
Pilihan Editor: Paskah Mencekam di Dogiyai
Hanin Marwah berkontribusi dalam penulisan artikel ini


















































