Suriah Tutup Perbatasan Utama dengan Libanon

1 hour ago 5

OTORITAS Suriah menyatakan bahwa timnya akan menutup sementara sebuah perlintasan utama dengan Libanon. Alasannya adalah karena masalah keamanan menyusul peringatan Israel tentang kemungkinan serangan di daerah tersebut.

Otoritas Umum untuk Perbatasan dan Perlintasan Darat dan Laut Suriah menyatakan perlintasan Jdeidet Yabous, yang terletak di seberang perlintasan Masnaa di Libanon, ditetapkan hanya untuk penggunaan sipil, bukan untuk tujuan militer apa pun. "Tidak ada kelompok bersenjata atau milisi yang berada di perlintasan tersebut dan lokasi itu tidak digunakan untuk aktivitas apa pun di luar kerangka sipil dan hukum," kata otoritas tersebut dalam sebuah pernyataan.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Otoritas itu menyebut lalu lintas akan kembali normal setelah situasi stabil. Pengumuman itu disampaikan setelah militer Israel menyatakan niatnya untuk menargetkan jalan menuju perlintasan Masnaa, titik transit utama di sepanjang perbatasan Suriah-Libanon, dengan alasan Hizbullah menggunakan rute tersebut untuk aksi militer.

Ketegangan masih tinggi di sepanjang perbatasan itu di tengah konflik regional saat ini yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Sebelumnya, militer Israel menyatakan akan menyerang kawasan di sekitar penyeberangan utama antara Suriah dan Libanon. Warga diimbau segera meninggalkan area tersebut seiring berlanjutnya operasi militer Israel di wilayah Libanon.

Sejak 2 Maret, Israel meningkatkan serangan udara dan melancarkan invasi darat di Libanon selatan setelah Hezbollah terlibat dalam konflik di pihak Iran.

Juru bicara militer Israel, Avichay Adraee, menyebut penyeberangan Masnaa digunakan Hizbullah untuk kepentingan militer, termasuk penyelundupan peralatan tempur. “Militer Israel berencana menyerang penyeberangan tersebut dalam waktu dekat,” ujarnya seperti dilansir Al-Monitor, seraya mendesak warga segera mengungsi.

Sumber keamanan Libanon menyatakan proses evakuasi tengah dilakukan di kawasan perlintasan menyusul ancaman tersebut. Di sisi lain, otoritas Suriah membantah tuduhan Israel. Direktur hubungan masyarakat Otoritas Umum Perbatasan dan Bea Cukai, Mazen Aloush, menegaskan bahwa penyeberangan Jdeidet Yabous di wilayah Suriah digunakan sepenuhnya untuk kepentingan sipil.

Sebagai langkah antisipasi, lalu lintas di perlintasan itu dihentikan sementara hingga situasi dinilai aman. Seorang jurnalis AFP melaporkan kawasan tersebut tampak kosong pada Minggu pagi, dengan hanya beberapa petugas yang masih berjaga.

Penyeberangan Masnaa merupakan jalur darat utama antara Libanon dan Suriah, sekaligus rute perdagangan penting bagi kedua negara. Bagi Libanon, jalur ini menjadi akses vital ke kawasan regional.

Read Entire Article
Parenting |